Rahasia Video YouTube Agar Banyak Ditonton

Sebuah riset menyatakan kalau video di YouTube yang menampilkan anak kecil bisa menarik penonton tiga kali lebih banyak ketimbang konten lainnya.

Riset yang dirilis oleh Pew Research Center yang menemukan bahwa video yang ditujukan atau menampilkan anak kecil adalah salah satu jenis konten paling populer di YouTube.

Beberapa tahun belakangan YouTube seringkali ditekan oleh pihak pembuat regulasi dan kelompok orang tua yang menyebut layanan milik Alphabet itu tak cukup melindungi privasi anak di bawah umur.

Pada 2018 lalu Center of Digital Democracy dan Campaign for a Commercial-Free Childhood (CCFC) mendaftarkan gugatan ke Federal Trade Commission (FTC) yang menyebut Alphabet — induk YouTube — melanggar aturan Children’s Online Privacy Protection Act.

Dalam gugatan tersebut disebut kalau Alphabet menghasilkan pemasukan yang sangat banyak menggunakan informasi pribadi milik anak, dan mengambil keuntungan dari pemasukan iklan yang ada di kanal YouTube yang ditonton oleh anak-anak.

“YouTube berpura-pura dan menganggap situsnya bukan untuk anak-anak kecuali saat mereka mulai menjual iklan,” ujar Executive Direcotr CCFC Josh Golin.

YouTube sendiri memang menyebut kalau layanannya bukan untuk anak berusia di bawah 13 tahun. Namun di platform tersebut konten anak-anak, bersama game dan musik, adalah jenis-jenis konten yang paling populer.

Dalam risetnya, peneliti Pew menganalisa aktivitas selama minggu pertama di 2019 pada hampir 44 ribu kanal YouTube yang mempunyai lebih dari 250 ribu subscriber.

Dari 243 ribu video yang diunggah pada minggu itu, hanya 2% video yang di dalamnya ada anak di bawah 13 tahun. Namun video yang persentasenya sangat kecil itu mendapat rata-rata 298 ribu penonton, dibanding video tanpa anak kecil yang rata-rata hanya ditonton 97 ribu kali.

Kanal yang menunggah video dengan anak kecil di dalamnya rata-rata mempunyai 1,8 juta subcriber, sementara yang tidak ada konten anaknya hanya punya 1,2 juta subcriber.

YouTube sendiri menolak berkomentar terhadap metode survei ataupun hasil dari riset yang dilakukan oleh Pew tersebut. Mereka hanya menyebut kalau kategori paling populer di platformnya itu adalah komedi, musik, olah raga, dan video ‘how to’.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *